Kamis, 04 Februari 2010

Freezing China

Shanghai adalah kota pertama yang saya tuju saat liburan Natal Desember 2009 kemarin. dengan mengambil paket liburan dari salah satu travel agent ternama di Jakarta seharga $US1400, saya berangkat dari Jakarta tanggal 23 Desember 2009 pukul 23.55 dan tiba di Shanghai pukul 7 pagi waktu setempat. "Dingin banget" itulah kata-kata yang pertama kali kelkuar saat menjejakkan kaki di Bandar Udara Shanghai, saat itu menurut Local Guide kira-kira suhunya 3 C di Shanghai.
Tempat favorit pertama yang kami tuju adalah Shanghai TV Tower dan Shanghai Bund, hawa dingin ditambah angin yang berhembus menambah rasa beku.. padahal udah pake Jaket tebal. brrrr.... setelah puas melihat simbol dari kota metropolis Shanghai, saya dan rombongan tour di ajak ke toko mutiara Fu Yu Run, menikmati tempat shopping Nanjing Road, mengunjungi Yu Yuan Garden dan malamnya menikmati Shanghai Night Cruise..
Esoknya setelah breakfast perjalanan dilanjutkan ke Suzhou, mengunjungi Tiger Hill dan pabrik sutra, disini saya berbelanja sprei dan Qilt yang berisi sutra yang dibandrol dengan harga RMB 2800 untuk dua barang tersebut.. lumayan mahal juga sey, tapi sempet amazed dengan pemandangan yang telah saya lihat sebelumnya di pabrik sutra ini.. diajak berkeliling melihat cara pemilihan ulat sutera, operator mesin pemintal sutra sampai cara pegawai yang menarik-narik sutra untuk dijadikan isi Qilt.
Besoknya perjalanan dilanjutkan ke Wuzhen dan Huangshan (downhill), karena sampai disana sudah sore, kami hanya sempat ke Tunxi Old Street. udara lebih dingin dan kering disini, dan besoknya kami berangkat ke Huangshan (uphill) untuk Mountain Tour dan menginap di Shilin Hotel. Perjalanan dari downhill menuju pegunungan tidak memakan waktu lama, sampai di perhentian bus kami harus menggunakan cable car lagi. setiap cable car berisi 4-8 orang, dan begitu sampai di pos atas kami masih harus berjalan lagi. lumayan berat perjalanan menuju Hotel, karena suhu udara semakin dingin dan sudah minus 4C.
Hari ini salju mulai turun di Huangshan dengan indahnya. karena belum pernah melihat salju, saya sangat mengaguminya. setelah sampai di Hotel dan menaruh barang-barang, kami dipersilahkan mengikuti guide yang mengajak kami melihat Grand Canyon. perjalanan melalui jalan tangga naik dan turun terasa cukup menantang karena licinnya salju.Wow, ternyata pemandangan di Grand Canyon sangatlah indah, menakjubkan!! seperti melihat lukisan. dan uniknya lagi, di sepanjang pagar berantai banyak sekali gembok yang diukir nama sejoli, konon katanya kalau sepasang kekasih mengukirkan namanya di gembok dan menguncinya di Grand Canyon ini, maka percintaan mereka akan abadi dan menjadi sejoli yang berbahagia.
Dari Huangshan saya bertolak ke HangZhou, disini tidak bersalju tetapi semilir angin dingin serasa berhembus menembus jaket tebal yang sudah saya pakai. WestLake adalah tempat favorit yang mejadi tujuan utama kami disini. pemandangan indah, danau yang bersih dan Cuaca yang cerah menjadi berkat tersendiri bagi saya.

Dari West Lake kami menuju sebuah Temple yang sangat menarik, karena sepanjang jalan menuju Kuil ini, kamu melihat banyaknya pahatan batu di dalam goa, seperti pahatan Julaihut dan Dewi Kuan Im.
Beijing merupakan kota terakhir dalam rangkaian tur yang saya ambil. berangkat dari HangZhou menggunakan pesawat yang menempuh 1.5jam kami tiba di Beijing dan menginap di Sariz Hotel.
Banyak objek wisata yang sangat terkenal disini, dan saya memulainya dengan mengunjungi Forbidden City, Tian An Men Square dan Temple of Heaven.
Di seluruh penjuru Tian An Men Square banyak sekali terlihat polisi berseragm hijau yang sedangberpatroli, untuk masuk ke lapangan ini semua turis harus diperiksa dan melewati metal detector. cool!!.....



Setelah puas mengelilingi tempat bersejarah di Beijing ini, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Temple of Heaven. Kuil pemujaan kepada Dewa Khayangan pada jaman dahulu kala, saat Cina masih ada dalam peradaban kuno nya. Temple of Heaven ini adalah tempat Kaisar bersembahyang kepada Sang Dewa Khayangan, ini menurut guidenya loh..... :)




Hari yang dingin masih berlanjut di Beijing, suhu rata-rata mencapai minus 12-15C.. dingin banget ya untuk ukuran orang Indonesia yang biasanya menikmati suhu tropis yang hangat.... hehe..
Greatwall yang megah akhirnya bisa dilihat juga!! Tembok Raksasa yang menjadi salah satu icon China ini dibangun diantara 4 Dinasti, dan tembok ini panjang banget!! walaupun panjang, menurut guide ada yang berhasil berjalan kaki menyusuri Tembok Raksasa dalam waktu +- 1 tahun lamanya.. hebat banget, saya aja gak sanggup deh, udah udaranya dingin, ditambah tangga yang curam mematahkan semangat saya untuk berjalan sampai melewati 5 pos (demi dapet sertifikat.. hehehe....) Yang penting bisa liat, megang Greatwall aja udah seneng banget.



Last day in Beijing, masi ada 2 tempat yang kudu dikunjungin disini. pertama saya ke Summer Palace lalu melihat Bird Nest, stadion Olimpiade 2008 yang sangat unik. Didesain bergaya sarang burung, stadion ini menjadi icon pariwisata terbaru di China.
Perjalanan balik ke Indonesia dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia GA891 yang transit di Singapore membuat saya sudah rindu pada China. Walaupin begitu, 10 hari puas rasanya melihat China, someday pasti mau balik lagi untuk ngunjungin kota-kota lainnya yang gak kalah menariknya... Hopefully :)


















































Tidak ada komentar:

Posting Komentar