Senin, 01 Juni 2009

Ovarian Cyst

Kista Ovarium... hmmm.... nama penyakit ini tidak asing lagi bagi saya karena mama pernah mengalaminya beberapa tahun silam. Pemeriksaan mama ke Dokter Kandungan menyarankan agar dilakukan operasi untuk mengangkat kista yang berbentuk caian itu, tetapi mama menolaknya dan memilih pengobatan dengan ramuan herbal, dalam waktu beberapa bulan, ajaibnya kistanya mengecil!!!
pengalaman mama ini menjadi semangat bagi saya saat menghadapi kenyataan bahwa di indung telur saya terdapat kista. Bulan Oktober 2008 saya memeriksakannya ke dr. Soedibyo Toeloes SPOG di RSIA Hermina Jatinegara, dan dikatakan ada kista sebesar 4,04cm x 5,71cm di ovarium kanan. Sempat shock... tetapi saya masih punya semangat untuk bisa menyembuhkan kista ini, apalagi kista yang ada di ovarium saya jenisnya tidak ganas. berbagai pencarian di situs internet membuat saya mencoba pengobatan ramuan herbal dari dr Paulus di Serpong. inginnya sih menggunakan ramuan herbal yang dulu digunakan mama saya, namun mama lupa dimana mendapatkan ramuan itu.
Pengobatan ini saya jalankan hampir dua bulan dengan meminum ramuan yang luar biasa pahitnya, dan akhirnya karena penasaran saya memeriksakan kista lagi, tapi kali ini ke dokter yan berbeda. Januari 2009 saya datang ke dr Andrie Ronggani SPOG di RS Pluit, dan alangkah kagetnya karena kista saya sudah bertambah besar dengan ukuran 5,21cm x 6,14 cm. oh My God!!!!!!!!!!!!!......... rasa sedih, kecewa, dan takut bercampur aduk dalam hati saya. bagaimana tidak? indung telur/ovarium adalah organ vital yang dimiliki seorang wanita untuk bisa menghasilkan keturunan. dokter yang memeriksa menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi pengangkatan kista. Mendengar kata operasi saya sudah trauma. operasi usus buntu yang saya jalani saat berumur 10 tahun menyisakan sakit dan bekas luka yang sangat jelek di perut saya. Dua kali dioperasi membuat saya kapok untuk menjalaninya lagi. Dengan berbagai pertimbangan ini, saya memutuskan untuk menghentikan usaha saya dan membiarkan kista ini.
lama kelamaan, di dalam hati ada rasa tidak tenang, apalagi calon suami ikut menyarankan bahwa sebaiknya kista itu diangkat agar tidak menghalangi usaha untuk mempunyai keturunan nantinya. Sadar akan hal ini saya kembali memeriksakan diri ke dokter yang direkomendasikan oleh calon suami, yaitu dr Jonny Herman di RSIA Family Pluit Mas pada bulan Mei 2009. memang benar rasanya kalau dokter ini terkenal, saat saya datang saja antrian sudah banyak sekali. Setelah satu setengah jam menunggu, saya masuk ke ruang periksa dan di USG, kali ini saya lebih shock!!!! ukuran kista saya menjadi lebih besar!! 6,1cm x 7,2cm.. dokter menyarankan untuk operasi dan akhirnya saya iyakan, demi menyelamatkan indung telur saya yang sudah rusak karena ditempel oleh kista itu.
Proses operasi dilakukan tanggal 27 Mei dan berjalan lancar, Operasi ini katanya seperti operasi Caesar, saya dibius lokal sehingga bagian perut ke bawah menjadi kebal. saya yang sudah trauma dengan operasi menjadi tegang dan gemetar, oleh karena itu dokter memberi tambahan obat tidur dan saya menjadi seperti setengah sadar. 1 jam operasi selesai dan Puji Tuhan semua berjalan dengan sangat baik. tidak ada komplikasi walaupun dokter mengatakan sebelum kista diangkat, dia mendapat pekerjaan tambahan dengan membetulkan posisi usus dan organ perut saya yang katanya lengket karena bekas infeksi dari operasi usus buntu yang sudah beberapa tahun lalu itu. kista yang sudah diangkat ditunjukkan ke saya, lumayan besar seukuran kepalan tangan wanita. sesudah operasi berlangsung, saya masih mendapat kabar yang kurang baik, karena dr Jonny Herman SPOG mengatakan bahwa indung telur saya tidak bisa diselamatkan, sehingga yang kini tersisa adalah indung telur yang sebelah kiri saja. sedihnya lagi dokter mengatakan jika ingin mempunyai anak, maka dibutuhkan usah bayi tabung. kenapa?? karena saluran telur dari indung telur yang masih bisa diselamatkan itu ternyata mampet karena infeksi yang juga disebabkab operasi usus buntu itu. kali ini saya benar2 kehabisan rasa untuk sedih lagi, dan saya hanya bisa berpasrah saja kepada Tuhan YME karena anak adalah titipan-Nya, jika Ia mempercayakan anak kepada saya, saya pasti akan diberikan jalan untuk bisa mendapatkan keturunan. saat menulis ini saya masih dalam proses pemulihan karena baru selesai operasi. mohon doakan saya...